Kelemahan UMKM yang Bisa Dibantu

Kelemahan UMKM yang Bisa Dibantu oleh BUMN –  Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) disuruh untuk dapat lebih berperanan untuk menolong usaha bisnis mikro, kecil serta menengah (UMKM) di tengah-tengah Wabah Covid-19. Langkah yang dapat dipakai ialah menyertakan UMKM dalam proses produksi. “Kita mengharap jika BUMN akan membuat ekosistem untuk UMKM untuk dapat terjebak dalam usaha pokok untuk keberlanjutan. bukan hanya program agen bola online terpercaya Corporate Social Responsibility (CSR),” tutur Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, Selasa (3/11/2020).

Faisol menjelaskan, sekarang ini aktor UMKM tengah hadapi 3 masalah besar. Pertama kali, ada kesusahan akses pendanaan, hingga BUMN di bidang perbankan diinginkan lebih menolong aktor UMKM dalam memberi keringanan mengajukan credit pendanaan.

Ke-2 , rendahnya kualitas produk UMKM. Akhirnya BUMN disuruh memberi training untuk aktor UMKM berkaitan proses aktivitas produksi yang bagus. “Ini akan membuat produk UMKM lebih berdaya saing,” terang ia.

Paling akhir, kurang kuatnya penetratif pasar oleh aktor UMKM lokal. Susul sebagian besar aktor UMKM belum juga bergabung ke dalam ekosistem digital.

“Karena itu BUMN diinginkan bisa menolong sebanyak-banyaknya aktor UMKM untuk pendayagunaan digitalisasi, hingga bisa mempeluas akses pasar,” terang ia.

Awalnya, Kementerian Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) memiliki komitmen untuk memberikan dukungan beberapa aktor usaha mikro kecil serta menengah (UMKM) di periode susah karena wabah Covid-19. Salah satunya lewat pengadaan infrastruktur, permodalan, serta keringanan akses pasar.

“Tentu saja saya dari BUMN, kita malah di saat ini pengin memberikan dukungan UMKM dalam 3 hal. Pertama kali, persiapan infrastruktur, ke-2 yaitu permodalan, serta ke-3 ialah pasar atau pasar,” tutur Menteri Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Festival UMKM oleh Kumparan, untuk Rabu 28 Oktober 2020.

Erick menjelaskan berkaitan infrastruktur, Kementerian BUMN memperoleh pekerjaan dari negara untuk selalu aktif membuat infrastruktur pendukung. Salah satunya jalan tol, digitalisasi, terhitung PT Telkom membuat pusat data, kepandaian bikinan, dan lain-lain.

Selanjutnya berkaitan pembiayaan, ia menyebutkan Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) sudah mengoptimalkan pendistribusian credit. Namun, kedepan perlu dinaikkan kerjasama untuk bagaimana nanti anggota bank himbara, Pegadaian, serta PNM sediakan 1 data untuk bidang usaha mikro.

“Ingat ada beberapa UMKM yang unbankable. Kita memberikan dukungan dalam hal itu,” katanya.

Untuk tingkatkan akses pasar UMKM, Kementerian BUMN sudah bekerja bersama dengan Kementerian Koperasi serta UKM dan Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Inovatif. Minimal, 40 sampai 80 % produk yang dipamerkan di Sarinah nanti ialah produk lokal.

“Kita kerjasama dengan Pak Teten (Menkop UKM), Pak Wishnutama (Menparekraf). Pak Teten pekerjaannya satu diantara menolong UMKM ini dari sisi pemahaman pasar serta yang lain. Kami di BUMN akses pasar, karenanya tempo hari Sarinah kita buat jadi bagaimana itu 40-80 % local merek,” tegasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir angkat mengenai anak serta cucu perusahaan BUMN. Menteri BUMN awalnya, Rini Soemarno sudah menyalahkan hal sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *