Perusahaan fintech dompet digital mulai mempererat feature paylater, diantaranya OVO. Faksi OVO juga membuka suara berkaitan kebijaksanaan itu.

Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih menjelaskan feature paylater sebetulnya jadi trend yang disukai milenial. Feature itu untuk memberikan fasilitas semakin banyak pemakaian di e-commerce, khususnya selama saat epidemi.

OVO paylater itu sebenarnya terus tumbuh. Faksi OVO juga terus meningkatkan service itu.

Berkaitan kebijaksanaan pengetatan serta penyetopan service paylater di Tokopedia, Sinta akui tidak dapat menerangkan dengan cara detil. Karena feature paylater tengah ditingkatkan.

“Bersamaan dengan perkembangan serta peningkatan service PayLater, untuk saat ini kami belum bisa memberitahukan dengan cara detail tentang kebijaksanaan itu sebab kami masih dalam step peningkatan pada service ini untuk mendatangkan service PayLater yang bertambah mendalam,” katanya pada detikcom, Senin (21/9/2020).

“Sekarang ini kami tengah menilai cara pencairan utang serta pembayaran buat membuat perlindungan pemakai kami serta tawarkan pilihan pembayaran kembali lagi, supaya yang akan datang makin banyak pemakai yang bisa merasai keringanan serta kenyamanan bertransaksi dengan OVO,” sambungnya.

Sinta mengaku OVO tengah lakukan beberapa usaha untuk menyesuaikan dengan keadaan epidemi COVID-19 yang tengah mengguncangkan perekonomian Indonesia. Oleh karenanya faksinya terus berkomunikasi dengan faksi regulator serta pemerintah.

“OVO sudah membuat gugus pekerjaan di perusahaan untuk pastikan kami mempunyai taktik yang pas pada keadaan ekonomi baru, lakukan relokasi sumber daya kami serta terus-terusan mengevaluasi kembali lagi taktik kami untuk mencapai pasar dengan cara lebih bagus,” katanya.

OVO diketahui sudah membekukan sesaat waktu service paylater-nya di Tokopedia. Menurut informasi umum di aplikasi Tokopedia diumumkan jika hal tersebut dilaksanakan sebab epidemi.

“Ini karena ada epidemi virus corona yang membuat perekonomian di Indonesia jadi menurun. Tetapi, jangan cemas kami tetap berupaya mengoptimalkan service kami untuk semua konsumen setia Tokopedia,” bunyi informasi itu.

Satu kali lagi faktanya sebab epidemi COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published.